Bali Rawan Gempa dan Tsunami, Alat Peringatan Generasi Terbaru Dipasang di 12 Lokasi

Antara ยท Senin, 15 Juni 2020 - 15:24 WITA
Bali Rawan Gempa dan Tsunami, Alat Peringatan Generasi Terbaru Dipasang di 12 Lokasi
ilustrasi petugas BMKG (dok iNews.id)

DENPASAR, iNews.id - Sebanyak 12 alat Warning Receiver System (WRS) NewGen dipasang di sejumlah lokasi di Bali. Pemasangan alat peringatan dini gempa bumi dan tsunami generasi terbaru itu untuk mempercepat respons ketika terjadi bencana.

Kepala Balai Besar Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, Taufik Gunawan mengatakan, total ada 315 lokasi di seluruh Indonesia yang dipasang WRS generasi terbaru ini.

Wilayah Bali mendapat jatah 12 lokasi. Lokasi pemasangan WRS tersebut yakni di semua kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang ada di Bali.

"Untuk Provinsi Bali sebanyak 12 lokasi yaitu di Kantor Pusdalops BPBD Provinsi, kantor BPBD kabupaten atau kota dan juga media, yaitu RRI Denpasar," katanya di Denpasar, Senin (15/6/2020)

Dia menjelaskan, lokasi pemasangan WRS ini diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 93 Tahun 2019 dan institusi yang terlibat dalam penanganan bencana gempa dan tsunami seperti Kantor Pemerintah Daerah (BPBD), Kantor Media Televisi atau Radio, serta institusi terkait yang memiliki kerja sama dengan BMKG terkait sharing data dan informasi.

Menurutnya, WRS generasi terbaru ini merupakan terobosan baru BMKG dalam penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami. Diakui dia, WRS akan memberikan informasi gempa secara lebih cepat karena bersifat real time.

Sehingga dengan terpasangnya WRS NewGen ini, kata dia, performa penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami ini bisa lebih cepat, termasuk dalam mempercepat respon penanganan bencana.

"Sehingga dapat memberikan manfaat nyata dalam menyelamatkan masyarakat Indonesia dari bencana,"katanya.

Taufik menuturkan, wilayah Indonesia yang merupakan bagian dari jalur gempa dunia secara umum memiliki 13 segmentasi sumber gempa megathrust dan memiliki sebanyak 295 segmentasi sesar aktif. Jalur gempa itu terbentang dari Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Flores, Alor, Laut Banda, Seram, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua,

"Sebagai wilayah yang terletak pada jalur gempa aktif, kondisi fisiografi wilayah Indonesia sangat dipengaruhi oleh aktivitas tumbukan tiga lempeng tektonik utama dunia, yaitu Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Ketiga lempeng tektonik tersebut bertumbukan dan bergerak secara relatif antara satu dengan yang lain, menjadikan wilayah Indonesia sebagai salah satu kawasan rawan gempa dan tsunami di dunia. Dengan kondisi tektonik yang kompleks ini, maka gempa dapat terjadi kapan saja dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman," katanya.

Taufik menjelaskan, hasil monitoring BMKG selama periode 2008-2019 menunjukkan rata-rata dalam setahun terjadi gempa sebanyak 5.818 kali. Gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 sebanyak 347 kali, dan 2 tahun sekali terjadi gempa berpotensi tsunami.


Editor : Reza Yunanto