Bali Libatkan TNI-Polri Jaga Pasar yang Jadi Klaster Penyebaran Covid-19

Antara ยท Rabu, 17 Juni 2020 - 09:27:00 WITA
Bali Libatkan TNI-Polri Jaga Pasar yang Jadi Klaster Penyebaran Covid-19
Ketua Gugus Tugas Covid-19 Bali Dewa Made Indra menyampaikan keterangan pers. (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id - Sejumlah pasar tradisional di Bali menjadi klaster baru penyebaran virus corona (Covid-19). Untuk mencegah penyebaran makin meluas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melibatkan TNI-Polri mengawasi penerapan protokol kesehaan di pasar.

"Dengan adanya TNI-Polri dapat diambil tindakan tegas bagi masyarakat yang belum patuh terhadap protokol kesehatan," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra di Denpasar, Selasa (16/6/2020).

Dewa Indra mengatakan, Pemprov Bali telah menggelar rapat koordinasi dengan unsur TNI dan Polri yang ada di Pulau Dewata. Salah satu poin rapat yakni pelibatan unsur TNI-Polri di pasar tradisional.

Sejak 5 Juni, tren peningkatan kasus Covid-19 di Bali berasal dari kasus transmisi lokal. Padahal, pada pertengahan Maret sampai awal Juni, tren peningkatan berasal dari kasus impor yaitu pekerja migran Indonesia atau pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Menurut Dewa Indra, dengan munculnya tren baru ini, seluruh pemangku kepentingan harus kembali merapatkan barisan dan memantik semangat.

Pasalnya, jika strategi penekanan penyebaran Covid-19 melalui kasus impor bisa dilakukan melalui pengawasan pintu masuk Bali, maka lain halnya dengan transmisi lokal yang sangat sulit melakukan identifikasi dan sulit untuk menerapkan strategi pencegahan yang pasti.

"Saya mengundang seluruh komponen atau stakeholder yang langsung terlibat dalam hal ini untuk ikut memberikan sumbangan pemikiran, apa yang harus kita lakukan sebagai upaya menekan penyebaran transmisi lokal ini," ujar pria yang juga Sekretaris Daerah Pemprov Bali ini.

Melansir data yang disajikan Pemprov Bali, jumlah kasus positif Covid-19 hingga Rabu (17/6/2020) pagi berjumlah 782 orang. Dari jumlah itu, sebannyak 468 orang merupakan kasus transmisi lokal.

Editor : Reza Yunanto

Bagikan Artikel: