Anggaran Kurang, 134.000 Peserta PBI KIS di Buleleng Dinonaktifkan

Pande Wismaya · Jumat, 03 Januari 2020 - 13:05:00 WITA
Anggaran Kurang, 134.000 Peserta PBI KIS di Buleleng Dinonaktifkan
Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna (Foto: iNews.id/Pande Wismaya)

BALI, iNews.id - Premi iuran BPJS Kesehatan per 1 Januari 2020 naik 100 persen. Akibat kebijakan ini, sebanyak 134.000 peserta penerima bantuan iuran (PBI) Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Buleleng Bali dinonaktifkan.

Salah satu warga Buleleng, Kadek Bendesa mengaku kecewa karena kartu BPJS kesehatan keluarganya dinonaktifkan.

"Ini enggak cocok dengan program Pak Jokowi, Kartu Indonesia Sehat," ujar Kadek saat mengetahui kartunya dinonaktifkan, Jumat (3/1/2020).

BACA JUGA: Diguyur Hujan Semalaman, Bali Banjir Semata Kaki

Kata Kadek, rujukan yang diberikan pihak klinik langsung ditolak rumah sakit karena tanggal 1 Januari 2020 sudah tak aktif. Padahal keluarganya harus melakukan operasi kanker payudara.

"Langsung ditolak, alasannya sudah enggak aktif," katanya.

Meninjau pelayanan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Buleleng, Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna mengaku bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng tidak menganggarkan kenaikan iuran BPJS kesehatan untuk peserta PBI di tahun 2020.

"Kami juga menyadari bahwa daerah belum menganggarkan kenaikan iuran ini, saya telah menerima informasi bahwa per tanggal 1 ini ada beberapa masyarakat dinonaktifkan kepesertaannya," kata Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna.

BACA JUGA: Harap Waspada, BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Bali Tiga Hari ke Depan

Dia mengaku telah bersurat kepada Pemda Buleleng dan dinas kesehatan untuk mencari cara agar peserta PBI yang dinonaktifikan tetap menerima layanan kesehatan.

"Kita koordinasi bagaimana langkah-langkah yang kita lakukan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat yang kepersertaanya dinonaktifkan karena kita belum membayar kenaikan iuran BPJS kesehatan tersebut," ujarnya.

Tahun 2020, Pemkab Buleleng rupanya kekurangan anggaran senilai Rp35 miliar untuk mendanai kenaikan tarif iuran BPJS per 1 Januari.

Editor : Nani Suherni