Terjaring Operasi Yustisi, 8 PSK di Bali Dipulangkan ke Daerah Asal

Antara ยท Selasa, 27 Oktober 2020 - 12:31:00 WITA
Terjaring Operasi Yustisi, 8 PSK di Bali Dipulangkan ke Daerah Asal
Satpol PP Denpasar memulangkan 8 PSK yang terjaring operasi protokol kesehatan. (Antara)

DENPASAR, iNews.id - Satpol PP Denpasar mengamankan delapan orang pekerja seks komersil (PSK) dalam operasi penertiban protokol kesehatan. Delapan perempuan tersebut kemudian dipulangkan ke daerah asalnya.

"Untuk menciptakan ketentraman dan kenyaman di masa pandemi Covid-19, maka delapan orang tersebut dipulangkan ke daerah asalnya," kata Kepala Satpol PP Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga, Senin (26/10/2020).

Dia mengatakan, delapan perempuan tersebut terjaring dalam operasi di Jalan Bung Tomo, Desa Pemecutan Kaja. Dari hasil pemeriksaan identitas, kedelapan perempuan itu bukan warga Bali dan tak memiliki tempat tinggal serta pekerjaan tetap.

Selain di Desa Pemecutan Kaja, operasi yang sama juga digelar di Desa Peguyangan yang merupakan daerah dengan kasus Covid-19 cukup tinggi di Denpasar.

Dari operasi di wilayah tersebut, petugas Satpol PP menjaring 22 orang pelanggar protokol kesehatan. Sebanyak 21 orang tidak memakai masker saat bepergian keluar rumah, dan seorang memakai masker namun tidak benar.

Sesuai Pergub Bali, maka 21 orang yang tidak menggunakan masker diwajibkan membayar denda sebesar Rp100.000. Sedangkan satu orang lagi yang menggunakan masker tetapi tidak pada tempatnya, hanya diberikan pembinaan.

"Dengan terus diberikan sanksi bagi yang melanggar maka diharapkan masyarakat tidak akan ada yang melanggar lagi, sehingga penularan Covid-19 bisa diputus mata rantainya," tuturnya.

Dia mengatakan, penertiban seperti ini akan terus dilakukan. Terutama di wilayah-wilayah dengan kasus Covid-19 tinggi.

"Kami setiap melakukan kegiatan selalu digelar di wilayah zona oranye, atau penderita Covid-19 yang cukup banyak. Penegakan perda kami selalu gelar agar masyarakat memahami bahwa sangat penting mematuhi protokol kesehatan," ucapnya.


Editor : Reza Yunanto