797 Napi Beragama Hindu di Bali Dapat Remisi Nyepi, Paling Banyak Lapas Kerobokan

Antara ยท Jumat, 27 Maret 2020 - 12:24 WIB
797 Napi Beragama Hindu di Bali Dapat Remisi Nyepi, Paling Banyak Lapas Kerobokan
Ilustrasi remisi (dok iNews.id)

DENPASAR, iNews.id - Sebanyak 797 narapidana beragama Hindu di seluruh Lembaga Pemasyarakatan (LP) dan Rumah Tahanan (RUtan) se-Bali mendapat remisi Hari Raya Nyepi. Paling banyak di LP Kerobokan.

"Dari 797 orang ini, 796 orang menerima Remisi Khusus I dan satu orang menerima Remisi Khusus II," kata Kepala Sub Bagian Humas, Reformasi Birokrasi dan Teknologi Informasi Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali, I Putu Surya Dharma di Denpasar, Jumat (27/3/2020).

Dia menjelaskan, untuk LP Klas IIA Kerobokan yang memperoleh remisi khusus I sebanyak 255 orang, lalu LP Klas IIA Kerobokan Denpasar 32 orang.

Berikutnya LP Klas IIB Tabanan 74 orang, LP Klas IIB Karangasem 74 orang, LPKA Klas II Karangasem 4 orang, LP Narkotika Klas IIA Bangli 106 orang, LP Klas IIB Singaraja ada 120 orang.

Selanjutnya Rutan Kelas IIB Bangli 36 orang, Rutan Kelas IIB Gianyar 41 orang, Rutan Kelas IIB Klungkung 25 orang dan Rutan Kelas IIB Negara 29 orang.

Sedangkan untuk remisi khusus II diberikan kepada satu napi di LP Klas IIB Singaraja.

Remisi Nyepi paling banyak diterima oleh napi di Lapas Kerobokan. Kepala Lapas Kerobokan Yulius Sahruza mengatakan, napi yang mendapat remisi itu dari berbagai jenis perkara pidana.

"Yang memenuhi persyaratan untuk memperoleh remisi, salah satunya berkelakuan baik selama berada di dalam Lapas," katanya.

Ia menjelaskan bahwa jumlah napi yang beragama Hindu di LP Kerobokan sebanyak 581 orang, yang terdiri dari 152 orang tahanan dan 409 narapidana.

"Dari usulan remisi yang terealisasi, diantaranya 80 orang memperoleh remisi khusus I yaitu 15 hari, 161 orang memperoleh besaran satu bulan dan 14 orang memperoleh remisi satu bulan 15 hari. Sehingga jumlah totalnya ada 255 WBP," katanya.

Namun ada napi beragama hindu yang tidak diusulkan Remisi Khusus Hari Raya Nyepi tahun 2020 ada sebanyak 459 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 152 orang masih berstatus tahanan dan 307 orang narapidana belum memenuhi syarat.

"Belum terpenuhi syarat karena ada yang memperoleh Pidana Seumur Hidup, belum 1/3 masa pidana, belum enam bulan masa pidana, dan ada yang sedang menjalani pidana kurungan pengganti denda," katanya.


Editor : Reza Yunanto