33 Pelaku Balapan Liar di Bali Ditangkap, 23 Orang Masih Pelajar

Antara ยท Kamis, 19 Maret 2020 - 19:15 WIB
33 Pelaku Balapan Liar di Bali Ditangkap, 23 Orang Masih Pelajar
Polresta Denpasar menangkap 33 pelaku balapan liar. (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.idPolresta Denpasar membubarkan balapan motor liar di Kota Denpasar, Bali. Polisi juga menangkap 33 orang pelaku balap liar, di mana 23 orang di antaranya masih berusia belasan tahun.

"Dalam hal ini kami sudah mengamankan 33 orang dimana dari 33 itu hanya 10 orang yang dewasa sementara yang lain itu masih anak-anak,” kata Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan, di Mapolresta Denpasar, Kamis (19/3/2020).

Adapun 10 orang dewasa yang terlibat dalam aksi balap liar ini adalah AS (20) sebagai joki, RT (20), GLP (24), GAP (25), WZ (20), WAB (19), PBS (23), MKP (24), DA (18) dan Y (18).

Sedangkan 23 orang anak di bawah umur yang diamankan umumnya berusia 14-17 tahun dan masih berstatus siswa SMP dan SMA/SMK.

Jansen menjelaskan, penangkapan dilakukan pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WITA di Jalan Gatot Subroto Barat. Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat tentang adanya balapan liar yang diikuti banyak anak-anak.

"Awalnya delapan anak muda yang tertangkap, lalu dilakukan penelusuran dan 25 orang lainnya yang sempat kabur ke arah timur bisa ditangkap," katanya.

Jansen mengatakan terhadap 10 orang dewasa, satu di antaranya AZ yang berperan sebagai joki dan dikenakan pasal 503 KUHP.

“Sedangkan 32 orang lainnya dikenakan tindakan tilang pada sidang Tipiring," ujarnya.

Jansen menuturkan, terhadap 23 anak di bawah umur yang mengikuti balapan liar itu akan dilakukan pembinaan.

Sebab jika tidak ditindak, bisa menjadi bagian bibit-bibit kenakalan-kenakalan remaja yang mengarah ke premanisme.

Jansen menambahkan, orang tua 23 anak tersebut akan diminta membuat surat pernyataan. Menurut dia, apabila ditemukan sekali lagi aksi balap liar, maka akan sama nasibnya dengan AZ yang saat ini dikenakan pasal 503 KUHP.

"Karena memang balapan liar ini akan sangat mengganggu pengguna jalan dan membahayakan untuk dirinya sendiri," katanya.


Editor : Reza Yunanto