2 Perempuan Penyelundup Sabu asal Thailand Terancam Hukuman Mati

Bona Jaya ยท Rabu, 08 Januari 2020 - 08:48 WIB
2 Perempuan Penyelundup Sabu asal Thailand Terancam Hukuman Mati
Kasarin Khamkhao (27) dan Sanicha Maneetes (28) terancam hukuman mati akibat menyelundupkan sabu-sabu ke Bali. (Foto: iNews/Bona Jaya)

DENPASAR, iNews.id – Dua perempuan asal Thailand terancam hukuman mati lantaran kedapatan menyelundupkan 958 gram sabu-sabu di celana dalam. Aksi nekat mereka terungkap saat pemeriksaan X-Ray yang dilakukan petugas bea cukai di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Kasarin Khamkhao (27) dan Sanicha Maneetes (28) menjalani sidang perdana kasus penyelundupan narkoba, Selasa (7/1/2020) petang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali. Sidang ini dipimpin Ketua Majelis Hakim, Sobandi.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), I Made Santiawan menyatakan, kedua wanita tersebut telah terbukti membawa narkotika golongan 1 bukan tanaman seberat 958 gram yang disimpan di celana dalam yang dipakainya. Atas perbuatannya, kedua terdakwa didakwa pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan terancam hukuman mati.

Kedua perempuan ini nekat lantaran disuruh bosnya di Thailand untuk memberikan sabu-sabu kepada seseorang di Bali yang tidak diketahui namanya. Mereka mengaku akan diberi imbalan sebesar 3.000 dolar AS jika berhasil.

BACA JUGA: 2 Nelayan Bintan Terancam Hukuman Mati, Selundupkan Sabu 19Kg Diupah Rp150 Juta

Usai sidang, kuasa hukum kedua terdakwa, Made Suardika membenarkan jika keduanya menyimpan sabu-sabu di celana dalam dan terancam hukuman mati.

“Seseorang yang dituju untuk menerima sabu-sabu ini belum tertangkap,” katanya.

Sebelumnya, kedua perempuan asal Thailand terlibat dalam kasus penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu saat memasuki Pulau Dewata.

Saat masuk ke Bandara Ngurah Rai, Minggu (13/10/2019) lalu, keduanya tak mampu melewati pemeriksaan X-Ray yang dilakukan petugas. Sidang rencananya akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.


Editor : Umaya Khusniah