JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Rusia menyiapkan skenario penjemputan warganya yang berada di Bali. Satu pesawat milik maskapai Aeroflot akan terbang menuju Bali pada Minggu (29/3/2020).
"Untuk mengevakuasi para warga negara Rusia dari Bali, Aeroflot akan melakukan satu penerbangan tambahan dengan 457 tempat duduk pada 29 Maret," bunyi pernyataan Kementerian Transportasi Rusia seperti dikutip dari Kantor Berita Sputnik, Sabtu (28/3/2020).
Pernyataan tersebut tidak menyebutkan berapa banyak warga Rusia yang akan dibawa dalam penerbangan Aeroflot itu.
Pemerintah Rusia sebelumnya telah memerintahkan Badan Transportasi Udara Federal untuk melarang semua penerbangan reguler dan sewaan internasional mulai Jumat (27/3/2020).
Namun larangan terbang dikecualikan untuk penerbangan yang bertujuan untuk evakuasi dan membawa pulang warga negara Rusia dari luar negeri di tengah pandemi virus corona
Pada Kamis (26/3/2020) malam, Rusia memulangkan 500 warganya di Bali, menggunakan maskapai Rossiya Airlines dengan nomor penerbangan SU 6292 dari Bandara Ngurah Rai.
Pemulangan itu sempat terkendala. 500 warga Rusia yang hendak pulang ke negaranya itu dilarang pecalang keluar dari hotel karena kebijakan pembatasan aktivitas warga sehari setelah Nyepi di Bali.
Dubes Rusia di Jakarta Ludmila Vorobeiva sampai harus mengirim surat kepada Gubernur Bali Wayan Koster.
Isi surat tersebut meminta agar Gubernur Bali membantu 500 warga Rusia yang terkendala menuju ke Bandara Ngurah Rai.
Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait