GIANYAR, iNews.id – Taman Nusa di Kabupaten Gianyar, Bali menambah wahana baru yakni Rumah Adat Penglipuran. Rumah adat dari Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli itu tersohor sebagai salah satu desa terbersih sedunia.
“Setelah replika Candi Borobudur, kini ada wahana baru yakni rumah adat Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli,” kata General Manager Taman Nusa, Nyoman Murjana, di Gianyar, Bali, Kamis (20/2/2020).
Murjana mengatakan, pemilihan Desa Penglipuran sebagai wahan baru lantaran desa itu terkenal bersih dan memiliki rumah adat yang terjaga sejak ratusan tahun lalu. Selain itu, rumah gaya Desa Penglipuran itu merupakan rumah asli Bali yang khas.
Rumah adat Penglipuran ini terdiri atas sekumpulan bangunan yang memiliki fungsi yang berbeda-beda dengan sepasang patung di depan yang menyambut tamu yang datang.
Bahan utama rumah adalah bambu, tanaman yang berlimpah jumlahnya di sekitar Bali. Atap serta dindingnya terbuat dari bambu dan juga anyaman bambu yang disebut bedeg.
Murjana menerangkan, Pulau Dewata memiliki rumah tradisional yang secara utuh dibangun dengan aturan Asta Kosala Kosali.
Proses pembangunan rumah diawali dengan nyikut karang atau pengukuran tapak, peletakan batu pertama, semua diawali dan diakhiri dengan beberapa ritual, sehingga bangunan itu punya taksu dan muncul aura positif.
Kunjungan wisatawan ke Taman Nusa rata-rata sebanyak 12.000 orang per bulan. Komposisi wisatawan yang datang ke Taman Nusa, 60 persen merupakan wisatawan lokal dan 40 persen wisatawan mancanegara.
Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait