Polresta Denpasar mengungkap kasus pembunuhan anggota ormas di tengah jalan. (Foto: Sindonews).

DENPASAR, iNews.id – Polisi masih menyelidiki kasus pengeroyokan dan pembacokan anggota organisasi masyarakat (ormas) di Jalan Subur, Kota Denpasar, Bali. Pelaku diperkirakan bertambah dan lebih dari satu orang.

Kasatreskrim Polresta Denpasar, Kompol Mikael Hutabarat mengatakan, satu orang pelaku sudah diamankan atas nama I Wayan S. Namun ada kemungkinan pelaku lebih dari satu orang.

"Satu orang sudah kita tangkap. Ini (di kantor) penuh, masih banyak," kata Mikael di Kota Denpasar, Bali, Jumat (23/7/2021).

Namun, dia belum bersedia menjelaskan kronologi peristiwa berdarah itu karena dalam penyelidikan. Dia memastikan kasus ini bukan pertikaian antarormas atau suku tertentu, melainkan masalah debitur dan kreditur.

"Masalah tarik menarik finance. Tidak ada hubungannya dengan ormas," ujarnya.

Sebelumnya aksi pembacokan terjadi di Jalan Subur pada Jumat (23/7/2021) sore sekitar pukul 15.00 WITA. Korban, Gede Budiarsana, tewas bersimbah darah di tengah jalan setelah diserang dengan brutal dengan senjata tajam.

Insiden itu bermula saat Budiarsa dan rekannya mendatangi markas Mata Elang di Jalan Gunung Patuha untuk menanyakan unit motor yang ditarik. Mereka lalu terlibat adu mulut berlanjut pada aksi pemukulan dan perusakan markas Mata Elang.

Tak terima, anggota Mata Elang melakukan perlawanan. Budiarsa dan rekannya lalu pilih kabur. Aksi pengejaran pun dilakukan oleh sejumlah anggota Mata Elang.  

Budiarsa akhirnya ditemukan di Jalan Subur. Pria bertato itu yang disebut-sebut anggota ormas itu lalu diserang dengan senjata tajam hingga akhirnya tumbang bersimbah darah di tengah jalan. 


Editor : Andi Mohammad Ikhbal

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network