BANGLI, iNews.id - Seorang pasien Rumah Sakit Jiwa Pusat (RSJP) Provinsi Bali di Kabupaten Bangli, nekat mencoba bunuh diri dengan cara gantung diri. Beruntung aksi korban yang dilakukan dalam sel ruangan perawatan tersebut, berhasil digagalkan petugas paramedis setempat. Namun akibat aksinya itu, korban kini masih sekarat dan dalam perawatan lanjutan Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli, Kamis (25/1/2018).
Aksi nekat pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), ini sempat menggegerkan seisi RSJP Bali. Pasalnya, tanpa sebab yang jelas, pasien atas nama Komang Wardika (31) asal Desa Bunutin, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli ini, nekat melakukan percobaan bunuh diri. Pelaku mencoba menggantung dirinya dengan sobekan selimut yang diikat di salah satu ruangan di RSJP Bali, tempatnya menjalani perawatan, Rabu, 24 Januari 2018, kemarin sore.
Akibat kejadian tersebut, hingga Kamis siang, korban kini masih dalam kondisi koma dan mendapatkan perawatan lanjutan di ruang ICU RSU Bangli.
Menurut kronologis kejadian yang didapat dari pihak rumah sakit, pasien yang mempunyai riwayat gangguan jiwa sejak Juni 2017, memang telah bolak-balik menjalani perawatan di RSJP Bali. Terakhir, pasien yang bekerja sebagai petani ini, baru enam hari dirawat di RSJP Bali ini.
Kepada dokter yang merawatnya, pasien tersebut mengaku, awalnya dirinya kerap berhalusinasi dan mendengar suara-suara aneh. Hal itu menyebabkan kejiwaan korban semakin terguncang.
Sebelum aksi nekatnya terungkap, menurut pihak RSJP Bali, pasien tidak menunjukkan gejala-gejala yang aneh. Kondisi kejiwaannya bahkan dinyatakan sudah mulai membaik. Namun tiba-tiba saja, saat petugas medis lengah, pasien mencoba melakukan aksi bunuh diri.
“Sebelumnya tidak ada gejala-gejala yang aneh. Sampai ada kejadian korban mencoba bunuh diri itu. Yang pertama kali tahu itu perawat yang sedang jaga,” ucap I Gusti Ayu Vivi Swayami, Dokter Penanggung Jawab Pasien RSJP Bali.
Beruntung aksi korban tersebut, berhasil digagalkan petugas jaga yang sedang ada di lokasi. Korban pun langsung mendapat penangan medis sesuai dengan prosedur yang dimiliki rumah sakit. Meski demikian akibat jeratan kain tersebut, kondisi pasien hingga kini masih kritis. “Setelah kondisinya cukup stabil, korban baru kita rujuk ke rumah sakit umum,” ucap Ayu.
Wakil Direktur Umum RSU Bangli, I Putu Ganda Wijaya menjelaskan, pada saat dibawa ke RSU Bangli, korban telah mendapatkan pertolongan pertama oleh pihak RSJP Bali. “Korban sempat henti napas namun berhasil diselamatkan oleh tim medis di RSJP Bali. Saat ini, pasien tersebut masih dalam tahap observasi oleh tim medis dari RSU Bangli,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kasus serupa agar tidak terulang kembali, pengawasan pasien RSJP Bali akan semakin dimaksimalkan.
Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait