Ilustrasi pelaku perdagangan manusia kelas internasional. (Foto: Reuters)
Chusna Mohammad

DENPASAR, iNews.id - Belasan warga Bali Telantar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Mereka diduga menjadi korban perdagangan orang (human trafficking).

Dugaan perdagangan orang muncul setelah foto-foto mereka diunggah di media sosial. Mereka disebut dalam kondisi telantar dan tidak bisa pulang ke Indonesia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Bali Ida Bagus Ardha mengatakan, masih menelusuri kasus tersebut.

"Kita masih telusuri melalui konsulat jenderal RI di sana, (Abu Dhabi)" katanya, Rabu (7/9/2022).  

Ardha mengaku belum mendapat laporan resmi mengenai masalah ini. Karena itu, pihaknya meminta bantuan Konjen RI untuk memastikan keberadaan 13 warganya. 

Selain itu, Ardha juga akan secepatnya menemui BP3MI Bali untuk menelusuri proses pemberangkatan hingga penempatan mereka. 

Ardha belum bisa memastikan apakah 13 warganya itu berangkat ke Dubai melalui jalur resmi atau ilegal. "Kalau resmi mestinya tercatat," ujar dia. 


Editor : Kastolani Marzuki

BERITA TERKAIT